hutanlindungwehea.org

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home

Warning: strtotime(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/huta0108/public_html/hlw/libraries/joomla/utilities/date.php on line 56

Warning: date(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/huta0108/public_html/hlw/libraries/joomla/utilities/date.php on line 198

Belajar Menyemai dan Menanam Pohon

E-mail Print PDF

 Ketika 20 Mahasiswa Kanada Berkunjung ke Huliwa (3)

Setelah diterima secara adat melalui upacara pemotongan anak ayam, rombongan mahasiswa asal Kanada menuju tempat penampungan. Tepatnya, mereka menginap di rumah penduduk. Banyak hal yang dilakukan mahasiswa tersebut saat berada di  Desa Nehes Liah Bing.  Selama mereka berada di desa tersebut, rombongan yang berjumlah 20 orang dibagi menjadi lima kelompok. Tiap kelompok tinggal di sebuah rumah, dan merek pun lantas menjadi bagian dari keluarga pemilik rumah dimaksud. Kenyaan itu menjadikan para mahasiswa betah dan kerasan, karena merasa benar-benar diterima secara lahir dan batin.


Saat berada di Nehes Liah Bing, para  mahasiswa juga secara langsung belajar tentang tata masyarakat Dayak Wahea. Salah satu kegiatan yang dilakukan mahasiswa tersebut adalah diskusi dengan warga dan tokoh masyarakat mengenai kehidupan mereka sehari-hari yang akrab dan lebih banyak memanfaatkan kondisi alam.  Bukan itu saja. Para mahasiswa juga berbaur dengan warga Nehes Liah Bing untuk belajar cara berkebun dan bertani. Antara lain membuat penyemaian tanaman karet sekaligus menanam bibit di lahan perkebunan milik masyarakat.  Kegiatan itu telah dilakukan penduduk Nehes Liah Bing selama bertahun-tahun.


Menurut  Sam, koordintor kelompok tani  Nehes Liah Bing, mahasiswa Kanada dengan penuh semangat ikut membantu membuat persemaian karet yang nantinya akan ditanam di lahan yang selama ini hanya ditumbuhi ilalang. Diharapkan, dalam kurun waktu 5 hingga 7 tahun ke depan, lahan itu akan berubah menjadi perkebunan perkebunan karet dan tanaman kehutanan lainnya.  “Kelompok kami di desa ini mempunyai target penghijauan tanaman produktif sampai bulan Februari ini seluas 50 hektare dan bibitnya sudah siap tanam. Selama di persemaian para mahasiswa juga membantu masyarakat dan terlibat menanam bibit karet di lahan yang sudah disiapkan untuk ditanami karet,” kata Sam.


Apabila suatu saat para mahasiswa tersebut bisa kembali ke  Nehes Liah Bing, maka mereka akan melihat tanaman karet dan lainnya sudah tumbuh tinggi.
 “Semula lahan ini adalah lahan produktif, tempat kami bercocok tanam. Tapi beberapa tahun belakangan telah menjadi padang ilalang. Agar lahan ini tetap memberikan manfaat, maka kami sepakat mengubahnya menjadi lahan kebun karet. Semoga  hasilnya akan dapat dinikmati untuk meningkatkan taraf hidup warga desa ini,” lanjut Sam. (kmf1/bersambung)

 

....Wehea

No images

Newsflash


Warning: date(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/huta0108/public_html/hlw/libraries/joomla/utilities/date.php on line 198
Ditemukan 606 sarang orangutan di Wehea sangat berarti bagi upaya pelestarian satwa langka itu karena menandakan bahwa masih terdapat ratusan orangutan berada di kawasan konservasi