hutanlindungwehea.org

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home

Warning: strtotime(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/huta0108/public_html/hlw/libraries/joomla/utilities/date.php on line 56

Warning: date(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/huta0108/public_html/hlw/libraries/joomla/utilities/date.php on line 198

Hapui Ledoh Rela Korbankan Putri Tunggalnya

E-mail Print PDF

 Dari Pesta Tahunan Lom Plai Suku Dayak Wehea (1)

Pada  Sabtu 20 Maret lalu, pesta tahunan yang disebut Lom Plai dilaksanakan masyarakat Suku Dayak Wehea di Desa Nehas Liah Bing, Kecamatan Muara Wahau.  Kegiatan itu digelar usai panen, sebagai pernyataan syukur atas karunia yang diberikan oleh Dohton Tenyei (Sang Maha Kuasa). Pembukaan upacara adat Lom Plai dilaksanakan di rumah adat yang disebut Eweang.  Ditandai dengan pemukuan gong oleh tokoh masyarakat yang merupakan keturunan raja Suku Dayak Wehea.


Lom Plai adalah merupakan tradisi yang rutin dilakukan secara turun temurun oleh suku dayak yang bermukim  di kisaran sungai Wehea dan Telen, karena diyakini memberikan kebaikan dalam kelangsungan hidup mereka. Ritual warisan nenek moyang itu dirayakan tiap tahun selepas musim panen.  Usai pemukulan gong, upacara adat dilanjutkan dengan acara berjalan kaki mengitari kampung oleh kaum perempuan, tua dan muda. Mereka berjalan dari hulu hingga ke hilir kampung. Kaum perempuan yang jalan kaki tadi mengajak para lelaki yang ada di hilir untuk musyawarah dalam menetapkan lokasi pembuatan pondok pesta.

Menurut Ketua Adat Wehea Ledjie Taq, menurut kepercayaan yang diwariskan secara turun temurun dalam komunitas suku Wehea, bahwa padi berasal dari manusia.  Pada zaman dahulu kala, terjadi bencana kekeringan (kemarau panjang), di mana semua tanaman yang dibudidayakan masyarakat tak bisa tumbuh. Kegagalan panen itu menyebabkan terjadinya bencana kelaparan, sehingga banyak warga yang meninggal dunia.

Waktu itu di sebuah hidup seorang Hapui Ledoh (raja perempuan / ratu) yang bernama Diang Yung. Hapui tersebut memiliki seorang putri tunggal yang sangat cantik jelita  yang bernama Long Diang Yung.  Bencana kelaparan tersebut telah menyebabkan kerisauan yang teramat dalam bagi Hapui Ledoh, sehingga pada suatu malam dia bermimpi didatangi oleh Dohton Tenyei (Yang Maha Kuasa). Dohton Tenyei menyatakan bahwa dia harus rela dan tulus hati mengorbankan Sang Putri tunggalnya Long Diang Yung, demi menyelamatkan masyarakatnya. Apabila tidak dilakukan, maka semua warga akan meninggal karena kelaparan dan bahkan mungkin akan habis sama sekali.

Setelah terjaga dari tidurnya, hati Hapui Ledoh berkecamuk dahsyat, antara menyayangi putri tunggalnya Long Diang Yung sebagai penerus keturunannya, atau menyelamatkan masyarakat. Setelah dimusyawarakan dengan Tua Adat dan Pemuka Masyarakat, maka disepakati bahwa masyarakat banyak harus diselamatkan, kemudian masyarakat berkumpul di alun-alun. Pada upacara itu Hapui Ledoh mengucapkan sumpah yang berisikan 4 hal.

Pertama, setiap orang harus menyayangi padi seperti saya menyayangi anak saya dan jangan bertindak kasar atau durhaka terhadapnya. Kedua, padi yang adalah jelmaan anak Hapui Ledoh harus di erau-kan (dilaksanakan upacara) sebagaimana yang dia lakukan saat itu.  Ketiga, bagi orang yang memiliki padi dan menikmatinya serta taat kepada sumpah, akan selamat, panjang umur, sejahtera dan makmur. Keempat, bagi yang melanggar sumpah, akan celaka, ketulahan dan akan menderita karena sakit dan tidak panjang umur. (kmf2/bersambung) 


Warning: mktime(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/huta0108/public_html/hlw/libraries/joomla/utilities/date.php on line 117

Warning: date(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/huta0108/public_html/hlw/libraries/joomla/utilities/date.php on line 245

Warning: date(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/huta0108/public_html/hlw/libraries/joomla/utilities/date.php on line 249

Warning: strftime(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/huta0108/public_html/hlw/libraries/joomla/utilities/date.php on line 250
Last Updated on Friday, 23 April 2010 11:12
 

....Wehea

No images

Newsflash


Warning: date(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/huta0108/public_html/hlw/libraries/joomla/utilities/date.php on line 198
Ditemukan 606 sarang orangutan di Wehea sangat berarti bagi upaya pelestarian satwa langka itu karena menandakan bahwa masih terdapat ratusan orangutan berada di kawasan konservasi