hutanlindungwehea.org

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home

Warning: strtotime(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/huta0108/public_html/hlw/libraries/joomla/utilities/date.php on line 56

Warning: date(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/huta0108/public_html/hlw/libraries/joomla/utilities/date.php on line 198

Seorang Perempuan Menyiram Tetua Adat

E-mail Print PDF

 Dari Pesta Tahunan Suku Dayak Wehea (3)

Laq Pesyai (bahasa etnis Wehea) yang berarti mengambil Pesyai atau bahan Pesyai, yakni rotan kotok dan buah pis. Mereka juga membuat Jengea atau pondok darurat yang beratapkan daun tempat mereka menginap sementara dan membuat makanan seperti lemang.  Setelah mereka selesai mengambil Guei Neakleang dan Guaq Pis, mereka pun makan. Apabila selesai makan kemudian mereka pulang dengan menggunakan Pehket Heluk atau perahu yang telah disiapkan dan dihias. Selanjutnya, kata Ledjie Taq, ada Peknai yaitu mereka mulai menghanyut Pehket Heluk, seorang perempuan yang sudah dewasa mengambil air dan menyiramkan pada seorang tua adat yang ikut Laq Pesyai.


Penyiraman ini mengandung arti, yaitu menyiram rumpun padi agar pada musim tanam berikutnya, tanaman mendapatkan hujan yang cukup. Setelah penyiraman kepada seorang tetua adat, kemudian disiram juga kepada orang lain yang pada akhirnya mereka akan saling menyiram hingga selesai.

Dalam Peknai kata Ledjie Taq, terdapat beberapa aturan, di antaranya, Peknai hanya dilakukan oleh orang dewasa dan tidak boleh dilakukan oleh orang di bawah umur yang masih dianggap anak-anak. Peknai tidak untuk merusak atau mencelakai orang lain. Peknai juga tidak diperbolehkan untuk menyiram orang yang sudah lanjut usia, orang sakit atau orang yang mempunyai anak kecil.

Rangkaian pesta adat ada juga yang disebut Naq Pesyai adalah membuat Pesyai. Dalam upacara tersebut, kampung dibagi menjadi 2 bagian, yaitu Duq Min (bagian hulu) dan Wet Min (bagian hilir). Upacara tersebut dilaksanakan selama 2 hari, di mana hari pertama membuat Pesyai Duq Min dan pada hari kedua membuat Pesyai Wet Min.

Selain membuat Pesyai, pada malam hari diadakan Teluei Pesyai yang merupakan suatu doa untuk memanggil semangat (roh) padi dengan cara dilagukan (dinyanyikan) dan lagu atau nyanyian tersebut disebut Teluei Pesyai. Setelah melewati 3 malam sejak membuat Pesyai Wet Min terdapat masa istirahat yang dalam bahasa Wehea disebut Naq Heyang dan berlangsung selama 2 atau 3 hari.

Acara berikutnya, Petdeq Le’on yang berarti temuan tahun. Upacara tersebut dilaksanakan 1 sampai 2 jam bertempat di Eweang atau rumah adat yang dilakukan oleh seorang laki-laki yang tertua dari setiap keluarga.

Dalam upacara tersebut, mereka saling tukar menukar beras baru yang telah digoreng hingga renyah (gurih) pada saat fajar menjelang pagi. Upacara tersebut disebut Petdeq Le’on (temuan tahun), karena dianggap sebagai lingkaran tahun Adat Padi telah bertemu. (kmf2/bersambung) 

 

....Wehea

No images

Newsflash


Warning: date(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/huta0108/public_html/hlw/libraries/joomla/utilities/date.php on line 198
Ditemukan 606 sarang orangutan di Wehea sangat berarti bagi upaya pelestarian satwa langka itu karena menandakan bahwa masih terdapat ratusan orangutan berada di kawasan konservasi