hutanlindungwehea.org

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home

Warning: strtotime(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/huta0108/public_html/hlw/libraries/joomla/utilities/date.php on line 56

Warning: date(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/huta0108/public_html/hlw/libraries/joomla/utilities/date.php on line 198

Wehea Tambah Koleksi Beruang Madu

E-mail Print PDF

Kawasan Hutan Lindung Wehea yang kini mendapat perhatian berbagai pihak. Hewan liar yang bermukim di kawasan itu juga beragam jenis, demikian juga tanaman maupun habitat lainnya. Saat ini, kawasan itu ada tambahan lagi satu ekor Beruang Madu (Helarctos malayanus), titipan dari Badan Pengelola Hutan Lindung Sungai Wain (BPHLSW) dan DAS Manggar, Balikpapan.


“Sudah hampir setahun Beruang Madu itu berada di sini, Kini sudah besar dan proses peliaran, meski masih terus dipandu oleh ‘ibu angkatnya’ sampai umur 2 tahun nanti,” kata Kepala Badan Lingkungan Hidup HR Didi Suryadi.   Awalnya menurut Didi, pihaknya mendapat tawaran dari BPHLSW mengenai ditemukannya anakan Beruang Madu tersebut. Karena hewan itu langka dan harus dilindungi, diperlukan tempat yang layak untuk proses peliaran nanti. Di BPHLSW sendiri lokasinya dinilai sudah penuh, kemudian dipilih Hutan Lindung Wehea.

Pihaknya mau menerima proses peliaran Beruang Madu itu, namun dengan beberapa persyaratan.  Antara lain, mendidik petugas untuk memandu selama proses peliaran tersebut. Kemudian menjamin logistik bagi Berung Madu selama proses peliaran itu. Demikian juga masalah biaya harus ditanggung pihak BPHLSW. Setelah ada persetujuan, Beruang Madu itu dikirim ke Hutan Lindung Wehea yang berlokasi di kecamatan Muara Wahau. Demikian juga pendidikan bagi pemandu atau pendidikan bagi petugas yang memantau selama proses peliaran tidak ada masalah.

“Alhamdulillah sudah setahun ini proses peliaran Beruang Madu berjalan dengan baik. Bahkan saat ini sudah berumur sekitar 16 bulan. Jika sudah dua tahun, akan dilakukan proses peliaran sesuai petunjuk yang diberikan dari BPHLSW,” kata Didi Suryadi.

Toni, sang pawang Beruang Madu yang setia menemani setiap harus harus berjuang keras untuk mendidik dan melatih hewan langka tersebut. Toni merupakan petugas di Hutan Lindung Wehea yang telah dididik untuk melantih Beruang Madu titipan tersebut.  Lelaki kelahiran Nehes Liah Bing, Kecamatan Muara Wahau ini juga diminta untuk memantau kehidupan Beruang Madu yang saat ini sudah tumbuh besar tersebut. “Banyak suka dukanya selama memelihara dan menemani Beruang Madu di kawasan Huta Lindung Wehea. Meski satu ekor, namun cukup melelahkan karena setiap hari harus berjuang demi kehidupan hewan langka tersebut,” kata Toni. (kmf1)

 

 

....Wehea

No images

Newsflash


Warning: date(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/huta0108/public_html/hlw/libraries/joomla/utilities/date.php on line 198
Kawasan Hutan Lindung Wehea dengan aneka tumbuhan termasuk sejumlah kayu langka, memang harus dijaga dan layak dilestarikan. Meski pemerintah pusat melalui Departemen Kehutanan (Dephut) belum menetapkannya sebagai hutan lindung, namun upaya yang dilakukan masyarakat patut dihargai.