hutanlindungwehea.org

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home

Warning: strtotime(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/huta0108/public_html/hlw/libraries/joomla/utilities/date.php on line 56

Warning: date(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/huta0108/public_html/hlw/libraries/joomla/utilities/date.php on line 198

Menempuh Perjalanan 7 Jam, Lakukan Pembibitan Agatis dan Karet

E-mail Print PDF

 Mengikuti Badan Lingkungan Hidup Melihat Hutan Lindung Wehea (1)

Minggu (18/4) lalu, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kutim melakukan monitoring ke kawasan hutan lindung Wehea di kecamatan Muara Wahau. Rombongan yang ikut cukup lumayan, ada 10 kendaraan roda empat, dipimpin langsung Kepala BLH Kutim HR Didi Suryadi serta sejumlah pejabat dan unsure manajemen PT Kaltim Prima Coal juga ikut serta.  Begitu rombongan sudah berkumpul di kantor BLH Kutim kawasan Bukit Pelangi, Didi Suryadi memberikan arahan serta memimpin doa sebelum berangkat. Meski Wakil Bupati (Wabup) H Ardiansyah Sulaiman sempat menengok sebentar, namun mantan Wakil Ketua DPRD Kutim ini enggan melepasnya.


Sekitar pukul 09.00 Wita, rombongan dengan beriringan kendaraan roda empat langsung meluncur menuju ke Muara Wahau. Awalnya akan melintasi Rantau Pulung. Karena sehari sebelumnya hujan deras, kemudian dialihkan langsung melewati Bengalon saja.  Tidak ada halangan berarti selama perjalanan menuju Muara Wahau. Rombongan sempat istirahat sejenak di kawasan Hambur Batu untuk melepaskan kepenatan. Kemudian melanjutkan perjalanan ke Muara Wahau. Sampai di kecamatan ini sekitar pukul 13.30 Wita, kemudian istirahat makan siang dan salat.

Untuk menuju ke kawasan hutan lindung Wehea memang diperlukan perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan jika dimulai dari Sangatta, ibukota kabupaten Kutim. Sebelum rombongan meluncur ke hutan lindung Wehea, rombongan menyempatkan menengok areal pembibitan penyemaian pohon agatis dan karet serta beberapa jenis bibit kayu langka di Desa Nehes Liah Bing, kecamatan Muara Wahau.

Pembibitan pohon langka ini memang dilakukan warga Nehes Liah Bing yang selama ini ikut menjaga kawasan hutan lindung Wehea. Dari hasil pembibitan itu, rencanakanya mau dipasok ke PT Kaltim Prima Coal (KPC) untuk melakukan reklamasi kawasan yang sudah ditambang. Ada sekitar 6.500 bibit yang siap tanam jenis agatis. Selain itu ada juga bibit karet, namun dimanfaatkan bagi masyarakat sekitar Muara Wahau untuk ditanam di kebun milik masyarakat sendiri. Tidak menutup kemungkinan bibit karet ini juga dijual ke luar.  Setelah melihat proses penyemaian bibit tanaman langka itu, rombongan melanjutkan perjalanan menuju ke kawasan hutan lindung Wehea. Sebelumnya, rombongan singgah di desa Miau Baru, kecamatan Kongbeng untuk menambah bahan bakar kendaraan. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi jika terjadi apa-apa di tengah hutan, sehingga stok BBM tidak mengkhawatirkan.

Perjalanan menuju ke lokasi masih memerlukan waktu sekitar dua jam. Selama perjalanan menuju ke lokasi hutan lindung Wehea berjalan lancar dan tidak ada aral melintang apa pun. Meski kondisi jalan tahan sepanjang sekitar 60 km dari jalan poros trans Kaltim menuju Berau, namun relatif lancar.  Untuk menempuh perjalanan ke hutan lindung Wehea dari Sangatta, memerlukan waktu sekitar 7 jam perjalanan darat. Tentunya ada jeda waktu untuk istirahat, sehingga badan tidak begitu lelah.

Sekitar pukul 18.30, rombongan tiba di base camp Hutan Lindung Wehea dengan selamat. Walaupun ada satu mobil yang tertinggal lantaran bannya sempat kempes dan kembali ke kampong untuk menambah angin, akhirnya rombongan terakhir juga selamat sampai dan bergabung dengan rekan lainnya. (kmf1/bersambung)

 

....Wehea

No images

Newsflash


Warning: date(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/huta0108/public_html/hlw/libraries/joomla/utilities/date.php on line 198

Alam beserta isinya merupakan titipan Tuhan dan kita sebagai umat manusia, bertanggung jawab atasnya, semua demi kelangsungan hidup mahluk. Dengan segala upaya......Selamatkan Bumi dan alam yang ada didalamnya