hutanlindungwehea.org

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home

Warning: strtotime(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/huta0108/public_html/hlw/libraries/joomla/utilities/date.php on line 56

Warning: date(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/huta0108/public_html/hlw/libraries/joomla/utilities/date.php on line 198

Ledjie Taq Terima Kalpataru

E-mail Print PDF
 
Ledjie Taq, tokoh masyarakat Dayak asal Desa Neheas Leah Bing, Kecamatan Muara Wahau, menerima penghargaan tertinggi untuk bidang lingkungan hidup. Penghargaan Kalpataru tersebut diserahkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (5/6) kemarin.

Ledjie Taq dinilai berhasil menyelamatkan hutan Wehea (Wahau) dari kerusakan. Berkat upaya yang dilakukannya sejak bertahun-tahun tersebut membuahkan hasil yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Dalam menyelamatkan lingkungan di sekitar tempat tinggalnya, Ledjie Taq mengaku tak pernah berharap akan memperoleh penghargaan.

“Saya hanya ingin menyelamatkan hutan. Tak pernah terbayang kalau akan bertemu Presiden di istana serupa ini. Menurut saya hutan sebagai sumber kehidupan yang perlu dijaga. Karena warga Dayak yang tinggal di Muara Wahau sangat dekat dengan hutan. Warga di Wahau masih tergantung pada hutan,” kata Ledjie Taq yang ditanya usai menerima Kalpataru dari kepala negara.

Komintmen Ledjie Taq bersama warga untuk terus melestarikan hutan dapat terlaksana dengan melibatkan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang peduli lingkungan serta difasilitasi pemerintah setempat. Sejak 2004 dia konsisten mengurusi hutan yang mulai memprihatinkan.

“Saya dan seluruh warga desa sadar bahwa hutan di desa kami sedang terancam. Bukan mustahil akan habis kalau dibiarkan. Untuk itulah melalui upacara adat, kami memantapkan upaya menjaga kelestarian hutan,” lanjutnya.

Pada kesempatan itu Presiden SBY mengatakan, ada 12 daerah di seluruh Indonesia mendapat penghargaan Kalpataru yang meliputi beberapa. kategori. Pertama, kategori sebagai perintis hutan. Kedua, pelindung hutan, penyelamat hutan dan pembina hutan. Untuk wilayah Kalimantan Timur  terdapat  tiga daerah yang mendapat penghargaan Kalpataru. Yaitu, Kabupaten Malinau mendapat penghargaan Kalpataru karena dinilai tim dari Kementerian Lingkungan Hidup berhasil
merintis hutan.

Selanjutnya Kalpataru diraih Kota Balikpapan, karena dinilai berhasil melakkan pembinaan terhadap kelestarian hutan. Kemudian Kalpataru diberikan kepada tokoh Dayak Wahau. Lidjoie Taq yang berhasil menyelamatkan hutan dari tangan-tangan yang tidak bertanggungjawab.

 “Mudah-mudahan penghargaan Kalpataru ini sebagai motivasi agar tetap menjaga kelestarian hutan demi untuk kelangsungan hidup,” harap Presiden SBYpada upacara peringatan Hari Lingkungan Hidup 2009 yang dirangkai dengan penyerahan penghargaan Adipura, Adiwiyata dan Kalpataru di Istana  Kepresidenan, Jakarta. (hms2)
 

....Wehea

No images

Newsflash


Warning: date(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/huta0108/public_html/hlw/libraries/joomla/utilities/date.php on line 198
Ditemukan 606 sarang orangutan di Wehea sangat berarti bagi upaya pelestarian satwa langka itu karena menandakan bahwa masih terdapat ratusan orangutan berada di kawasan konservasi